Memang lidah tak bertulang. Banyak orang yang tidak menyadari ketika berkata-kata, apakah kata-kata yang terucap dari lisannya ikhlas atau tidak, menyinggung perasaan orang lain atau tidak.         Maka tengoklah ke dalam sebelum bicara. Kata-kata yang terucap maupun yang belum terucap (yang ada di dalam hati), ternyata mempunyai pengaruh besar dalam kehidupan kita.

 

          Manusia adalah ciptaan Allah SWT yang sempurna, seperti yang tercantum dalam QS. At Tiin : 4, “Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaikbainya”. Dari ayat-ayat tersebut kita ketahui baahwa dari sananya manusia dilahirkan dengan setting yang hebat. Syaidina Ali bin Abi Thalib berkata “Engkau berfikir tentang dirimu sebagai seonggok materi semata, padahal di dalam dirimu tersimpan kekuatan yang tidak terbatas”. Tapi mengapa dalam perjalanan hidupnya, ada orang yang sukses dan ada yang tidak ????? Padahal modal yang diberikan Allah SWT kepada setiap diri manusia yang terlahir ke bumi itu adalah sama. Marilah kita mereview sejenak tentang “proses manusia berkata”, yaitu : dari hati ke pikiran lalu ke lisan. Maka yang ada di dalam hati (perasaan) yang merupakan sumber kata-kata itulah yang perlu kita luruskan. Tokoh tasawuf modern, Agus Mustofa dalam bukunya, Pusaran Energi Ka’bah, menulis : …….. kuncinya adalah hati. Hati lebih berfungsi untuk merasakan dan memahami. Sedangkan fikiran (otak) lebih berfungsi untuk berfikir, mengingat dan menganalisa. Pikiran (otak) ada di dalam kepala, sedangkan hati ada di dalam dada. Selanjunya dijelaskan : Pemahaman yang ditangkap hati lebih substansial dibandingkan dengan pancaindra. Memang kebanyakan manusia memahami sekitarnya lewat pancaindra, tetapi kita tahu orang yang melihat belum tentu memahami apa yang dia lihat. Orang yang mendengar belum tentu memahami apa yang dia dengar. Demikian pula orang yang meraba belum tentu memahami apa yang dia raba. Tetapi kejadiannya bisa sebaliknya, bahwa seseorang bisa memahami persoalan tertentu tanpa harus melihat, mendengar, atau merabanya.

 

          Allah SWT sangat dekat dengan kita dan mengkabulkan do’a setiap manusia, juga do’a yang ada di hati manusia. Kata-kata yang keluar melalui lisan kita merupakan output dari apa yang ada di dalam hati, sehingga kata-kata juga merupakan sebuah do,a. Inilah yang membedakan sukses atau tidaknya seseorang. Kita sering mengetahui bahwa kebanyakan orang yang sukses itu mencerminkan pribadi yang dicontohkan oleh Rosulullah Muhammad SAW, termasuk juga dalam hal berkata-kata. Biasanya orang yang sukses akan lebih santun dan bermatabat, lebih mengutamakan lawan bicaranya daripada dirinya. Untuk itu hendaknya kita berhati-hati, memperhatikan dengan apa yang kita ucapkan. Ghibah (jawa: ngerasani), mengeluh, marah, menghina, mengolok-olok adalah virus, apalagi diperkuat oleh yang ada di dalam hati seperti rasa cemas, sesal, dendam, iri dan dengki. Virus inilah yang akan membawa manusia ke jurang kesusahan dan kesengsaraan dalam hidupnya. Alangkah indahnya hidup ini manakala kita lebih banyak mengucapkan kalimat Syukur dan didukung pula oleh yang ada di dalam hati seperti perasaan tenang, sabar, bahagia, harapan, dan semangat. Menerima dengan ikhlas (jawa: legowo) dengan ketentuan yang terjadi dalam hidup kita setelah kita berusaha optimal.  Allah mengingatkan kepada kita dalam QS. Ibrohim : 7, “Dan (ingatlah juga) tatkala Tuhanmu mema’lumkan : Sesungguhnya jika engkau bersyukur, pasti Kami akan menambah ni’mat kepadamu, dan jika engkau mengingkari ni’mat-Ku, maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih. “Janji Allah adalah benarrr.

 

          Untuk itu marilah Saudaraqqqqq, kita memperbanyak kalimat Syukur. Hindari mengeluh. Ketika mengeluh, Anda melepas getaran energi negatif ke alam semesta yang kemudian akan menarik hal-hal negatif ke dalam hidup anda. Bagitu pula sebaliknya. Inilah yang selanjutnya kita maknai bahwa kata-kata mempunyai sifat megnetis. Semoga Allah SWT selalu memberikan kekuatan kepada kita semua untuk menjadi insan yang pandai bersyukur. Amiiiiin…………….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s