Sebentar lagi Rangga akan melangsungkan wisuda di kampusnya dan menjadi sarjana, hasil jerih payahnya selama beberapa tahun di bangku kuliah. Sebulan menjelang acara wisuda, dia sempatkan diri ke showroom untuk melihat mobil sport keluaran ford yang menjadi impiannya selama ini.

 

          Dia sudah berangan-angan ingin segera mengendarainya bersama teman-temannya. Dan andai saja ia memintanya sekarang, pasti akan dibelikan oleh ayahnya karena Rangga adalah anak satu-satunya. Wisuda yang dinanti-nanti, akhirnya tiba. Dengan melangkah pasti, Rangga menghampiri ayahnya yang tengah berdiri menunggunya. Ayahnya pun tersenyum menyambutnya. Rasa bangga, haru dan bahagia bercampur jadi satu. Sang ayah mengeluarkan sebuah bingkisan yang ternyata bukanlah sebuah kunci mobil impiannya. Rangga pun menerimanya dengan perasaan kecewa. Ia membukanya dengan setengah hati. Ternyata bingkisan dibalik kado tersebut adalah sebuah Al-Qur’an dan tasbih yang dipesan khusus buat buah hati tercitanya.

 

          Rangga menjadi marah dan berteriak dan seraya meninggikan nada suaranya, “Yaaaah…….Ayaaah..!!!! Apa tidak tahu yang saya inginkan!!!!??? Bukan ini yang saya minta, lantas uang sebanyak itu buat siapa……untuk siapa ??????”, Rangga seketika mengembalikan kado itu kepada ayahnya. Ayahnya pun tidak bisa berkata apa-apa. Hatinya hancur. Ia berdiri mematung ditonton beribu pasang mata yang hadir saat itu.

 

          Tahun demi tahun berlalu, Rangga telah menjadi seprang yang sukses. Otaknya yang cemerlang telah membuat dai berhasil menjadi terpandang. Selain mempunyai rumah yang besar dan mewah, juga mempunyai istri yang cantik dan anak-anak yang cerdas.

 

          Sementara itu ayahnya semakin tua dan tinggal sendirian di rumahnya. Semenjak hari wisuda itu, Rangga pergi meninggalkannya dan tidak pernah memberi kabar sekalipun padanya. Ayahnya hanya bisa berharap semoga suatu saat dapat bertemu anak tercintanya sebelum ajal menjemput dirinya.

Tidak jarang kerinduan Rangga kepada sang ayah tidak bisa dibendungnya lagi, tapi mengingat kejadian saat wisuda membuatnya merasa sakit hati dan mendendam. Sampai pada suatu hari, Rangga menerima telegram bahwa ayahnya telah meninggal dunia dan mewariskan sejumlah harta untuk dirinya. Rangga langsung pulang kerumahnya, saat melangkah masuk ke dalam rumah mendadak hatinya gemetar begitu mengingat semua kenangan semasa dia tinggal disitu. Tiaba-tiab dia sangat menyesal karena telah menyakiti ayah tercintanya. Hampir seluruh ruangan dai telusuri. Ketika tiba di depan brankas, dia menghentikan langkah dan membukanya. Ternyata di dalamnya terdapat kado yang dulu sempat dikembalikan kepada sang ayah.

 

          Dengan air mata berlinang, Rangga membuka bungkus kado itu kembali dan membukanya halaman per halaman. Selesai membuka hampir keseluruhan, ada sesuatu yang jatuh dari bagian belakang halaman………yang ternyata, sebuah kunci mobil lengkap dengan STNK atas nama dirinya. Begitu sadar atas kekhilafannya, dia langsung berlari menuju garasi dan menemukan sebuah mobil sport impiannya di situ. Buru-buru dia menyapu debu yang masih menempel di atas mobil yang tidak pernah disentuhnya selama bertahun-tahun. Ia mencoba melongok ke dalamnya. Di atas dash board ada sebuah foto sang ayah yang sedang tersenyum bangga. Mendadak dia lemas dan terduduk di samping mobil impiannya. Air matanya tak terbendung dan mengalir terus mengiringi rasa penyesalan yang tak mungkin diobati.

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s