Merdeka!!!! Satu kata yang selalu diidamkan oleh setiap orang. Telah kita ketahui bersama sejarah bangsa kita, Indonesia tercinta ini. Selama kurang lebih 350 tahun kita dijajah oleh bangsa Belanda, dan kemudian diperparah lagi oleh bangsa Jepang selama kurang lebih 3,5 tahun kita ditindas dengan kedok Saudara Asia. MasyaAllah betapa berat perjuangan pendahulu kita dalam usaha untuk mendapatkan kemerdekaan. Ada satu pertanyaan yang masih mengganjal di hati, yaitu : Apakah kita sudh mencapai kemerdekaan secara pribadi, terhadap masyarakat dan terhadap Allah SWT khususnya, seperti Rosulullah Muhammad?????

 

Rosulullah Muhammad SAW telah memberikan teladan kepada kita tentang kemerdekaan, yaitu beliau telah merdeka untuk melaksanakan perintah Allah SWT secara bebas, totalitas dan sadar sehingga Allah SWT memberikan kebahagiaan dalam hidupnya. Saat beliau masih di negeri Mekkah, banyak sekali tantangan dalam setiap da’wahnya kepada masyarakat yang pandai namun banyak melakukan kemaksiatan (red : jahiliyah). Akhirnya beliau berasama para pengikut setianya hijrah ke Negeri Madinah. Di Negeri inilah beliau membentuk tatanan masyarakat madani, masyarakat yang memiliki toleransi yang tinggi, masyarakat yang memiliki keunggulan berpikir dan masyrakat yang memiliki akhlakul kharimah. Mengapa beliau di Madinah deterima dengan baik dan bisa merdeka menegakkan perintah Allah dan menjahui larngan-laranganNya???

Jawabannya adalah karena beliau menteladankan 4 sikap unggulan yang mencerminkan kemerdekaan yang wajib kita miliki juga.


1.    Merdeka Dari Kebohongan

Sifat unggul yang pertama adalah Shiddiq. Shiddiq dalam Bahasa Indonesia bermakna benar atau jujur. Orang mengenal Nabi Muhmmad SAW adalah seorang yang benar dalam perkataan dan perbuatan. Allah mengatakan dalam QS. Al-Madinah : 8 “Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan kebenaran karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kanu kerjakan.” Dengan bekal sikap inilah Rosulullah mudah diterima oleh masyarakat. Mari sejenak kita berefleksi. Dalam kehidupan sehari-sehari, shiddiq bermakana berlaku jujur. Jujur dalam segala yang kitaperbuat dan jujur dalam segala apapun kata-kata yang keluar dari lisan kita. Bagi pekerja tidak ada lagi kwitansi kosong yang dibuat atau mark-up anggaran sebuah acara yang diselenggarakannya, bagi mahasiswa dan pelajar tidak lagi titip absen dan nyontek. Masih banyak lagi dalam kehidupan bangsa kita yang tidak meng-uswah sikap Rosulullah ini. Inilah salah satu penyebab perasaan hati yang gundah gulana, resah gelisah dan selalu diliputi rasa bersalah, karena pada dasrnya Allah menciptakan manusia dalam kondisi yang sempurna secara fitrah. Semuanya adalah sudah pasti sejalan dengan ajaran ilahi.

 

2.    Merdeka Dari Pengkhianatan

Sifat unggul yang kedua adalah Amanah. Amanah bisa kita kenal dengan sikap dapat dipercaya. Rosulullah sealalu bersikap amanah dalam setiap tindakannya. Sejak sebelum diangkat menjadi Nabi, Muhammad Rosulullah adalah pemuda yang dapat dipercaya terbukti saat beliau membawa barang dagangan wanita terpandang, saudagar kaya Khodijah binti Khuwalid sampai ke negeri Syam. Barang dagangan tersebut banyak terjual sehingga mendapatkan keuntungan yang tidak pernah didapatkan sebelumnya, sampai akhirnya Siti Khodijah bersedia menjadi pendamping setia beliau. Melihat kembali kondisi bangsa kita ini, banyak pemimpin yang sudah terpilih ingkar terhadap janjinya. Sebagai pribadi, amanah yang diembankan oleh Allah SWT kepada kita di keluarga dan pekerjaan wajib kita junjung tinggi. Amanah ini pasti akan diminta pertanggungjawabannya di akhirat nanti. Tidak ada satu perbuatan dan perkataan kita yang luput dari pengawasan Allah, karena Allah telah menugaskan malaikat yang bekerja tanpa henti 24 jam yaitu Roqib yang mencatat tumpukan amala saleh dan Atid yang mencatat kedalaman lembah dosa yang kita perbuat. Dalam Al-Qur’an Allah menyampaikan QS. AL-Qiyamah : 36 “Apakah manusia mengira, bahwa ia akan dibiarkan begitu saja tanpa pertanggungjawaban????

 

3.    Merdeka Dari Kebodohan

Sifat yang ngetop berikutnya adalah Fatonah. Dalam sejarah beliu terkenal sebagai pemuda yang cerdas. Beliau menjadi sosok yang unggul dalam pemikiran yang jitu, pandangan yang lurus, serta kecerdikan dalam pencarian sarana dan tujuan. Dalam kisah pembangunan ka’bah lima tahun sebelum kenabian tatkala pembanguan sudah sampai dibagian Hajar Aswad, kabilah-kabilah berselisih tentang siapa yang berhak mendapat kehormatan meletakkan Hajar Aswad itu di tempat semula. Maka beliau meminta sehelai selendang, lalu meminta mereka secara bersama-sama mengangkatnya. Setelah mendekati tempatnya, beliau mengambil Hajar Aswad dan meletakkan di tempat semula. Ini merupakan pemecahan yang jitu diridhoi semua orang. Begitulah, sejak muda baliau seorang yang cerdas, cerdik, dan bijak.

 

4.    Merdeka Dari Egoisme

Beliau memiliki sifat unggulan Tabligh. Tabligh bermakana menyampaikan. Rosulullah Muhammad SAW mempunyai kemampuan berda’wah yang mumpuni. Hal ini dibuktikan dengan kegigihan, kesabaran dn kecerdikan beliau dalam menegakkan kebenaran Ilahi. Dalam hal ini kita  juga diingatkan oleh Allah SWT dalamQ.S Al-Ashr “Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal sholeh dan nasehat menasehati supaya menaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.” Jadi kita perlu menyampaikan kepada orang lain tentang kebenaran  dan kesabaran. Dengan begitu menambah relasi, memperpanjang tali silaturrahmani. Dan kita juga mampu menciptakan kondisi lingkungan yang saling berempati.

 

Dengan menteladeni sifat Rosulullah dan mengaplikasikannya dalam kehidupan kita sehari-hari, insya Allah kita akan memperoleh kemerdekaan secara pribadi dalam keluarg dan masyarakat. Q.S Al-Ahzab : 21 “Sesungguhnya telah ada pada diri Rosulullah itu suri tauladan yang baik bagimu, yaitu orang-orang yang mengharap rahmat Allah dan kedatangan hari kiamat dan dia menyebut Allah.” Rosulullah merubah masyarakt disekitarnya adalah dengan memberi tauladan atau mencontohkan, dengan cara yang baik dan tutur kata yang lembut. Marilah bersama kita mengintrospeksi, sudahkah kita memiliki ke 4 sifat unggul Rosulullah ini, atau minimal mampukah kita menuju sikap dan sifat Rosulullah ini. Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum sebelum kaum itu merubahnya sendiri. Yang memilikimkemampuan untuk merubah diri kita adalah kita sendiri. Walaupun mengikuti training tentang kepribadian tapa saja untuk merubah diri kita, namun jika tidak ada kemauan dari dalam diri untuk merubahnya, perubahan yang kita harapkan tidak akan pernah terjadi. Dengan demikian kemerdekaan yang kita dambakan secara pribadi yaitu dari jiwa kita akan kita peroleh, seperti halnya Rosulullah, Merdeka melaksankan perintah Allah secara total, merdeka dari rasa bersalah dan dikejar-kejar dosa, merdeka dari fikiran negatif dan rasa curiga. Jika kita mampu mentauladani sikap ini maka lingkungan kita pen sedikit demi sedikit akan tertular dan kemudian terciptalah masyarakat yang madani yaitu masyarakat yang menjunjung tinggi kejujuran, mengemban dan menjalankan amanah, daya pikir yang hebat dan mempunyai empati yang tinggi terhadap masyarakat di sekitrnya seperti masyarakat Madinah di zaman Rosulillah. Amiiiin……

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s