Andai Al-Quran bisa berbicara, ia akan berkata, “ Waktu

kau masih anak-anak, kau bagai sahabat sejatiku, dengan

wudhu kau sentuh aku, dalam keadaan suci kau pegang

aku, kau baca dengan lirih dan keras. Sekarang kau telah

dewasa, nampaknya kau sudah tidak berminat lagi padaku,

apakah aku bacaan usang??? yang tinggal  sejarah ???

sekarang kau simpan aku dengan rapi, kau biarkan aku

sendiri. Aku menjadi kusam dalam lemari, berlapis debu,

dimakan kutu. Ku mohon peganglah aku lagi, bacalah aku

setiap hari, karena aku akan jadi penerang dalam

kuburmu…………….”.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s