Sepasang suami istri hidup bahagia, sang istri terlibat aktif dalam kegiatan untuk menentang ABORSI, karena menurut pandangannya, aborsi berarti membunuh seorang bayi. Setelah bertahun-tahun berumah tangga akhirnya sang istri hamil. Pasangan tersebut sangat bahagia. Mereka menyebarkan kabar baik ini kepada family, sahabat, teman dan lingkungan sekitarnya. Semua orang ikut berduka cita dengan mereka. Tetapi setelah beberapa bulan sesuatu yang buruk terjadi. Dokter menemukan bayi kembar dalam perutnya, seorang bayi lelaki dan perempuan. Tetapi bayi perempuan mengalami kelainan. Ia mungkin tidak bisa hidup smapai masa kelahiran tiba, dan kondisinya tersebut juga dapat mempengaruhi kondisi bayi lelaki. Doketr menyarankan untuk dilakukan oborsi, demi nyawa sang ibu dan bayi lelakinya. Fakta ini membuat keadaan menjadi terbalik. Baik sang suami maupun sang istri mengalami depresi. Pasangan ini bersikeras untuk tidak menggugurkan bayi perempuannya (membunuh bayi tersebut), tetapi juga khawatir terhadap kesehatan bayi lelakinya. “Saya bisa merasakan keberadaannya, dia sedang tidur nyenyak”, kata sang ibu di sela tangisannya. Lingkungan sekitarnya memberi dukungan moral kepada pasangan tersebut, dengan mengatakan bahwa ini adalah kehendak Tuhan.

 

Ketika sang istri semakin mendekatkan diri dengan Tuhan, tiba-tiba dia tersadar bahwa Tuhan pasti memiliki rencana dibalik semua ini. Hal ini membuatnya lebih tabah. Pasangan tersebut berusaha keras untuk menerima fakta ini. Mereka mencari informasi di inetrnet, pergi ke perpustakaan, bertemu dengan banyak dokter, untuk mempelajari lebih banyak tentang bayi mereka. Satu hal yang mereka temukan adalah bahwa mereka tidak sendirian. Banyak pasangan lainya yang juga mengalami kondisi seperti mereka, dimana bayi mereka tidak dapat hidup lama. Mereka juga menemukan bahwa beberapa bayiakan mampu bertahan hidup, bila mereka mampu memperoleh donor organ dari bayi lainnya. Sebuah peluang yang sangat langka. Siapa yang mau mendonorkan organ bayinya ke orang lain ???????

 

Jauh sebelum bayi mereka lahir, pasangan ini menamkan bayinya, yaitu Jerry dan Aike. Mereka terus bersujud kepada Tuhan, pada mulanya mereka memohon keajaiban supaya bayinya sembuh. Kemudian mereka tahu, bahwa mereka seharusnya memohon agar diberikan kekuatan untuk menghadapi apapun yan g terjadi, karena mereka yakin Tuhan punya rencana-Nya sendiri. Keajaiban terjadi, dokter mengatakan bahwa Aike cukup sehat untuk dilahirkan, tetapi ia tidak akan bertahan hidup lebih dari 2 jam. Sang istri kemudian berdiskusi dengan suaminya, bahwa jika sesuatu yang buruk terjadi pada Aike, mereka akan mendonorkan organnya. Ada dua bayi yang sedang berjuang hidup dan sekarat, yang sedang menunggu donor organ bayi.

 

Sekali lagi pasangan ini berlinang air mata. Mereka menangis dalam posisi sebagai orang tua, dimana mereka bahkan tidak mampu menyelamatkan Aike. Pasangan ini bertekad tabah menghadapi kenyataan yang akan terjadi. Hari kelahiran telah tiba. Sang istri berhasil melahirkan kedua bayinya dengan selamat. Pada moment yang sangat berharga tersebut, sang suami menggendong Aike dengan sangat berhati-hati, Aike menatap ayahnya, dan tersenyum dengan manis. Senyuman Aike yang imut tak akan pernah terlupakan dalam hidupnya. Tidak ada kata-kata di dunia ini yang mampu menggambarkan perasaan pasangan tersebut pada saat itu. Mereka sangat bangga bahwa mereka sudah melakukan pilihan yang tepat (dengan tidak mengaborsi Aike), mereka sangat bahagi melihat Aike yang begitu mungil tersenyum kepada mereka, namun mereka juga sangat sedih karena kebahagiaan ini akan berakhir dalam beberapa jam saja. Sungguh tidak ada kata-kata yang mewakili perasaan pasangan tersebut. Mungkin hanya dengan air mata yang terus jatuh mengalir, air mata yang berasal dari jiwa mereka yang terluka…… Baik kakek, nenek, maupun kerabat familiy memiliki kesempatan untuk melihat Aike.

 

Keajaiban terjadi lagi, Aike tetap bertahan hidup selama lewat dari 2 jam. Memberikan kesempatan yang lebih banyak bagi keluarga tersebut untuk saling berbagi kebahagiaan. Tetapi Aike tidak dapat bertahan setelah 6 jam. Para dokter bekerja cepat untuk melakukan prosedur pendonoran organ. Setelah beberapa minggu, dokter menghubungi pasangan tersebut bahwa donor tersebut berhasil. Dua bayi berhasil deselamatkan dari kematian. Pasangan tersebut sekarang sadar akan kehendak Tuhan . walaupun Aikehanya hidup selama 6 jam, tetapi dia berhasil menyelamatkan 2 nyawa. Bagi pasangan tersebut, Aike adalah pahlawan mereka, dan Aike yang mungil akan hidup dalam hati mereka selamanya…………………..

********

 

Ada 3 point penting yang dapat kita renungkan dari kisah ini :

1. Sesungguhnya, tidaklah penting berapa lama kita hidup, satu hari bahkan seratus tahun. Hal yang benar-benar penting adalah apa ya ng telah kita lakukan selama hidup kita, yang bermanfaat bagi orang lain

 

2. Sesungguhnya, tidaklah penting berapa lam perusahaan kita telah berdiri, satu tahun ataupun bahkan dua ratus tahun. Hal yang benar-benar penting adalah apa yang dilakukan perusahaan kita selama ini, memberi manfaat bagi orang lain.

 

3. Ibu Aike mengatakan “Hal terpenting bagi orang tua bukanlah mengenai bagaimana karier anaknya di masa mendatang, dimana mereka tinggal, maupun berapa banyak uang yang mampu mereka hasilkan. Tetapi hal terpenting bagi kita sebagai orang tua adalah untuk memastikan bahwa anak-anak kita melakukan hal-hal terpuji selama hidupnya, sehingg ketika kematian menjemput mereka, mereka akan menuju surga”.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s