sebenarnya siapa engkau

dulu engkau begitu lembut menyayangiku

engkau selalu memperhatikan aku

 

 

tapi sekarang lembut kasihmu jadi duri

kenapa engkau begitu berbeda

setiap kata-katamu seperti duri yang tajam

menusuk relung hati ini sakit sekali

 

 

biarlah aku tetap ikut denganmu

jangan buat aku bosan di sangkar ini

jangan engkau buat aku sakit hati

karena aku sudah tidak punya siapa-siapa lagi

 

 

aku hanyalah sebatang karang yang terdampar di lautan

aku bagaikan anak ayam kehilangan induknya

bagaimanakah aku bisa hidup

bila tidak ada engkau

 

 

biarlah aku tetap di sangkar ini

biarlah aku tetap hidup bersamamu

janganlah engkau sakiti hatiku

dengan kata-kata yang berduri

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s