Secara etimologi istilah sejarah berasal dari bahasa Arab, syajarah berarti pohon, silsilah atau asal-usul. Anehnya dalam dunia Islam, yang bahasa resminya adalah bahasa Arab, istilah itu tidak dipakai sebagai nama ilmu atau disiplin sejarah. Di dunia Islam digunakan istilah tarikh.

Mengapa demikian ?

Bangsa Indonesia meskipun mendapat pengaruh kebudayaan Islam seacara mendalam, dalam mengambil kata sejarah bukanlah berdasarkan arti literal, melainkan dalam makna atau intisari, Dalam hal ini yang dimaksud dengan pengrtian sejarah yaitu kehidupan manusia dengan segala perubahan perkembangan, dan dinamikanya. Dianalogikan, dibamdingkan dengan kehidupan pohon kayu yang menunjukkan suatu gerak dinamis, yaitu pertumbuhan, perkembangan, dan proses regenerasi. Setiap pohon dalam kehidupannya senantiasa mengalami gerak dinamis dari biji, menjadi lembaga (Jawa : kecambah, tunas), tumbuh dewasa, berbunga, berbuah, dengan segala ranting, dan cabang. Pohon itu melakukan regenerasi dengan berbagai cara sebelum akhirnya tumbang atau mati. Jadi dalam kehidupan satu pohon mengalami suatu proses perubahan yang dapat dibandingkan dengan perubahan-perubahan dalam masyarakat manusia.

Pada saat itu sejarah sebagai ilmu memiliki arti sama dengan kata historydalam bahasa Inggris, geschiedenis dalam bahasa Belanda, dan geschichte dalam bahasa Jerman. Di antara para ahli juga mempunyai pengertian atau makna yang berbeda-beda tentang sejarah.

 

1. Mohammad Hatta, dalam Pengantar Ke Jalan Ilmu Pengetahuan mengemukakan bahwa sejarah dalam mewujudkan memberikan pengertian dari masa lampau………….., ia menggambarkan dinamika kita sebagai bentuk rupa dari masa lampau. Meskipun sejarah bukan gambaran yang sebenar-benarnya, tetapi sebagai gambaran yang dimudahkan supaya kita mengenal rupanya. Sejarah bukan melahirkan ceritera dari kejadian masa lalu, melainkan  memberikan pengerian masa lalu sebagai masalah-masalah.

 

2. Gilbert J. Garraghan, dalam bukunya A Guide to Historical Method mengemukakan bahwa sejarah memiliki tiga arti yang saling berkaitan, tetapi berbeda konsepnya.

a. sejarah sebagai kejadian atau peristiwa yang benar-benar terjadi itu pada masa lampau.

b. sejarah sebagai laporan dari peristiwa-peristiwa yang benar-benar terjadi.

c. sejarah sebagai proses teknik penyusunan laporan dari a dan b.

 

3. R. Moh. Ali, S.S dalam Pengantar Ilmu Sejarah Indonesia mengartikan sejarah sebagai :

a. keseluruhan perubahan-perubahan, kejadian-kejadian, peristiwa, kenyataan-kenyataan yang benar-benar telah                terjadi disekitar kita.

b. ceritera tentang perubahan-perubahan itu.

c. ilmu yang menyelidiki perubahan-perubahan yang benar-benar terjadi pada masa lampau.

 

4. Panitia Historiografi Dewan Riset Ilmu-Ilmu Sosial Amerika, menyimpulkan bahwa sejarah sekurang-kurangnya dipakai untuk lima pengertian sebagai berikut :

a. penyelidikan secara sistematis tentang gejala-gejala alam.

b. masa lampau umat manusiai atau sebagian dari padanya.

c. benda peninggalan masa lampau, tulisan baik primer atau sekunder atau manusia sebagian dari padanya.

d. penyelidikan, penyajian, dan penjelasan tentang masa lampau umat manusia atau sebagian dari padanya.

e. cabang ilmu pengetahuan yang mencatat, menyelidiki, menyajikan, dan menjelaskan masa lampau umat manusia              atau sebagian dari padanya.

 

5. Ernts Bernheim dalam Lechrbuch der historischen methode und der Geschictephiloshophie berpendapat ilmu sejarah adalah ilmu yang menyelidiki dan menyajikan fakta-fakta perkembangan, perubahan umat manusia dalam dimensi ruang dan waktu dakam berbagai segi kehidupannya baik secara individual, khusus, kolektif sebagai segi makhluk sosial dalam kerangla hubungan sebab akibat psikopisik.

 

6. selain pendapat yang dikemukakan masih banyak lagi pendapat para ahli tentang pengertian sejarah sebagai berikut.

a. sejarah ialah apa yang sungguh-sungguh terjadi (Leopold Von Ranke)

b. sejarah ialah kehidupan manusia di dalam masyarakat di tengah-tengah lingkungan geografis dan sosialnya

(Sir Charles Firt)

c. sejarah ialah bentuk pengetahuan sebagai pertanggungjawaban suatu peradaban terhadap dirinya sendiri tentang            masa lampau (Huizinga)

d. sejarah ialah tantangan dan jawaban (Arnold Toynbe)

e. sejarah ialah apa yang terjadi (Yan Romein)

f. sejarah ialah perkembangan manusia yang kontinyu (Lord Acton)

g. dan lain-lain.

 

Dalam pengertian tradisional sejarah juga sering disamakan dengan babad, tamboo, annal, cronicle, hikayat, dan riwayat. Dari berbagai macam definisi dan batasan di atas dapat disimpulkan bahwa pengrtian sejarah meliputi pertama, sejarah sebagai peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa lampau (the record of the past actuality), dan kedua, sejarah sebagai proses penulisan yang harus memenuhi syarat-syarat tertentu, yaitu syarat sebagai ilmu (the process of technique of making the record).

Menyangkut sejarah sebagai peristiwa (the past actuality) yaitu peristiwa yang memiliki karakteristik sebagai berikut.

a. peristiwa sejarah bersifat unik, artinya hanya sekali terjadi. Meskipun ada ungkapan sejarah berulang kembali, yang        berulang kembali bukanlah peristiwa itu sendiri, melainkan bentuk atau polanya.

b. peristiwa itu merupaakan peristiwa perubahan.

c. sebagai proses yang bersifat kausalitas, bukan sebagai kebetulan.

d, memiliki arti penting bagi kehidupan manusia.

e. adanya unsur subyektifitas dalam penilaian dan penafsiran terhadap fakta yang obyektif.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s